×

Sejarah Perusahaan

Perjalanan PT PG Rajawali II merupakan bagian dari sejarah panjang industri gula nasional. Berawal dari keberadaan sejumlah pabrik gula di wilayah Jawa Barat pada masa kolonial, perusahaan berkembang melalui proses nasionalisasi, restrukturisasi perusahaan negara, hingga menjadi bagian dari PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) dan terus bertransformasi sebagai perusahaan agroindustri yang berorientasi pada keberlanjutan.
Jelajahi Sejarah

Perjalanan Panjang PT PG Rajawali II

Sejarah PT PG Rajawali II tidak hanya menggambarkan perkembangan sebuah perusahaan, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan industri gula Indonesia. Berbagai perubahan kelembagaan, kebijakan pemerintah, dan transformasi organisasi membentuk fondasi perusahaan hingga menjadi bagian dari RNI Group. Berbekal pengalaman panjang tersebut, PT PG Rajawali II terus menjaga warisan industri gula nasional sekaligus beradaptasi menghadapi tantangan bisnis masa depan.

Perjalanan sejarah PT PG Rajawali II ditandai oleh berbagai tonggak penting yang mencerminkan dinamika pengelolaan industri gula nasional, mulai dari masa kolonial, nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda, reorganisasi perusahaan negara, hingga terbentuknya PT PG Rajawali II sebagai bagian dari RNI Group.

Tonggak Sejarah

1946 Pembentukan Badan Penyelenggara Perusahaan Gula Negara

Pemerintah Republik Indonesia membentuk Badan Penyelenggara Perusahaan Gula Negara (BPPGN) melalui Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 1946 sebagai langkah awal pengelolaan perusahaan gula oleh negara setelah Indonesia merdeka.

1958 Nasionalisasi Perusahaan Milik Belanda

Ditetapkannya Undang-Undang Nomor 86 Tahun 1958 menjadi tonggak penting pengambilalihan perusahaan-perusahaan milik Belanda menjadi aset Negara Republik Indonesia. Momentum ini menjadi salah satu dasar legalitas kepemilikan aset yang dikelola PT PG Rajawali II.

1961 PPN Kesatuan Jawa Barat VI

Pengelolaan pabrik-pabrik gula di wilayah Jawa Barat disatukan dalam Perusahaan Perkebunan Negara Kesatuan Jawa Barat VI sebagai bagian dari reorganisasi perusahaan negara.

1963 Perusahaan Perkebunan Gula Negara

Pemerintah kembali melakukan penyempurnaan organisasi melalui pembentukan Perusahaan Perkebunan Gula Negara guna meningkatkan efektivitas pengelolaan industri gula nasional.

1968 Perusahaan Negara Perkebunan XIV

Restrukturisasi perusahaan negara menghasilkan pembentukan PNP XIV sebagai upaya memperkuat tata kelola dan efisiensi pengelolaan usaha perkebunan negara.

1981 PT Perkebunan XIV (Persero)

Bentuk badan hukum perusahaan diubah menjadi Persero untuk meningkatkan profesionalisme pengelolaan dan mendukung pengembangan usaha sesuai kebijakan pemerintah. Salah satu momentum penting yang dicatat dalam dokumen sejarah adalah diterbitkannya PP Nomor 10 Tahun 1981 mengenai penyertaan modal negara di bidang gula.

1993 Menjadi Bagian dari PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)

Melalui PP Nomor 1 Tahun 1993, penyertaan modal negara dialihkan kepada PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero). Peristiwa ini menjadi landasan terbentuknya PT PG Rajawali II dalam struktur RNI Group.

PT PG Rajawali II (Sekarang)

Dengan pengalaman sejarah yang panjang, PT PG Rajawali II terus mengembangkan usaha agroindustri melalui pengelolaan yang profesional, penerapan tata kelola perusahaan yang baik, serta komitmen untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan pembangunan sektor agroindustri Indonesia.

Dokumen sejarah PT PG Rajawali II mencatat bahwa sebelum Perang Dunia II telah berdiri sejumlah pabrik gula dan pabrik spiritus di wilayah Jawa Barat yang kemudian menjadi bagian penting dari perjalanan industri gula nasional. Keberadaan pabrik-pabrik ini menjadi warisan sejarah yang membentuk perkembangan PT PG Rajawali II hingga saat ini.

Warisan Industri Gula

PG Djatiwangi Majalengka • 1896

Didirikan pada tahun 1896 di wilayah Majalengka dan menjadi salah satu pabrik gula bersejarah di Jawa Barat.

PG Gempol Cirebon • 1847

Salah satu pabrik gula tertua yang tercatat dalam dokumen sejarah perusahaan.

PG Khadipaten Majalengka • 1876

Beroperasi di wilayah Majalengka dan tercatat sebagai bagian dari industri gula pada masa kolonial.

PG Karangsoewoeng Cirebon • 1896

Pabrik gula bersejarah yang berada di wilayah Cirebon.

PG Ardjawinangoen Cirebon

Tercatat sebagai salah satu pabrik gula yang berdiri di wilayah Cirebon sebelum Perang Dunia II.

PG Paroengdjaja Cirebon

Menjadi bagian dari jaringan pabrik gula di kawasan Cirebon pada masa kolonial.

PG Soerawinangoen Cirebon

Tercantum dalam daftar pabrik gula yang beroperasi di Jawa Barat sebelum Perang Dunia II.

PG Sindanglaoet Cirebon • 1896

Pabrik gula bersejarah yang menjadi bagian dari perkembangan industri gula Cirebon.

PG Nieu Tersana Cirebon • 1937

Merupakan salah satu pabrik gula yang tercatat berdiri menjelang periode Perang Dunia II.

PG Leweunggajah Cirebon

Tercatat sebagai bagian dari pabrik gula yang berada di wilayah Cirebon.

PG Ketanggoengan Pekalongan • 1911

Pabrik gula yang tercatat berdiri pada tahun 1911 dan menjadi bagian dari sejarah industri gula di wilayah Jawa.

Pabrik Spiritus Palimanan Cirebon • 1883

Selain pabrik gula, dokumen sejarah juga mencatat keberadaan pabrik spiritus di Palimanan sebagai bagian dari aset industri yang dikelola perusahaan.

Melangkah Bersama Menuju Masa Depan Agroindustri Berkelanjutan

Mewarisi Sejarah, Membangun Masa Depan

Berbekal warisan sejarah industri gula yang panjang, PT PG Rajawali II terus melangkah maju dengan mengedepankan profesionalisme, tata kelola perusahaan yang baik, dan komitmen terhadap keberlanjutan untuk mendukung perkembangan agroindustri Indonesia.

//