PT PG Rajawali II menjalin kemitraan dengan petani tebu sebagai bagian penting dalam pengembangan industri gula nasional. Melalui kerja sama yang saling menguntungkan, perusahaan berkomitmen memberikan pendampingan teknis, pelayanan yang profesional, serta kepastian proses pengolahan hasil panen sehingga tercipta hubungan kemitraan yang berkelanjutan.
Program kemitraan terbuka bagi petani tebu perorangan, kelompok tani, koperasi, maupun badan usaha yang memiliki atau mengelola lahan tebu serta berkomitmen menerapkan budidaya tebu yang baik sesuai ketentuan PT PG Rajawali II.
Calon mitra dapat menghubungi unit pabrik gula PT PG Rajawali II terdekat atau bagian Kemitraan Petani untuk memperoleh informasi dan formulir pendaftaran. Selanjutnya akan dilakukan proses verifikasi data, lahan, dan persyaratan administrasi sebelum kerja sama dilaksanakan.
Persyaratan umumnya meliputi:
Persyaratan dapat berbeda menyesuaikan kebijakan masing-masing unit usaha.
PT PG Rajawali II dapat memberikan pendampingan dalam pemilihan varietas tebu yang sesuai dengan kondisi lahan dan kebutuhan produksi. Ketersediaan bibit maupun fasilitas pendukung lainnya mengikuti program kemitraan yang berlaku di masing-masing unit usaha.
Pembayaran dilakukan berdasarkan hasil penimbangan dan kualitas tebu sesuai mekanisme yang berlaku. Proses pembayaran dilakukan secara transparan sesuai ketentuan dalam perjanjian kemitraan.
Setelah memasuki masa panen, petani akan berkoordinasi dengan petugas lapangan mengenai jadwal tebang, angkut, dan pengiriman tebu ke pabrik. Proses ini diatur agar tebu dapat segera digiling sehingga kualitas dan rendemen tetap terjaga.
Ya. PT PG Rajawali II memberikan pendampingan melalui tenaga teknis dan petugas lapangan mulai dari persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman, hingga masa panen agar produktivitas dan kualitas tebu dapat terus meningkat.
Ya. Seluruh kerja sama kemitraan dilaksanakan berdasarkan perjanjian yang memuat hak dan kewajiban kedua belah pihak, sehingga tercipta hubungan kerja sama yang transparan, adil, dan saling menguntungkan.
Tentu. Petani mitra dapat berkonsultasi dengan petugas lapangan mengenai teknik budidaya, pengendalian hama dan penyakit, pemupukan, hingga persiapan panen sesuai kebutuhan di lapangan.
Petani akan memperoleh berbagai manfaat, antara lain:
Pendampingan budidaya tebu.
Akses informasi teknis dan pembinaan.
Koordinasi tebang dan angkut yang lebih terencana.
Kemudahan penyaluran hasil panen ke pabrik.
Kemitraan yang berorientasi pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Kemitraan bukan sekadar kerja sama, tetapi komitmen untuk menciptakan produktivitas, kualitas, dan keberlanjutan. Mari bergabung sebagai Mitra Petani Tebu PT PG Rajawali II dan tumbuh bersama dalam mendukung ketahanan pangan nasional.