×

Pabrik Gula Jatitujuh - Subang

Mengembangkan Agroindustri Tebu Terpadu melalui Inovasi, Kemitraan, dan Keberlanjutan untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional.
Unit Usaha Strategis PT PG Rajawali II

Tentang Pabrik Gula Jatitujuh-Subang

Pabrik Gula Jatitujuh-Subang merupakan salah satu unit usaha strategis PT PG Rajawali II yang berlokasi di Desa Sumber, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Dengan kawasan perkebunan tebu yang membentang di wilayah Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Indramayu, PG Jatitujuh-Subang menjadi salah satu pusat produksi Gula Kristal Putih yang berperan penting dalam mendukung kebutuhan gula nasional.

Didukung pengalaman operasional selama lebih dari empat dekade, PG Jatitujuh-Subang terus bertransformasi melalui peningkatan produktivitas, modernisasi proses produksi, penguatan kemitraan bersama petani tebu, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik. Semangat inovasi dan keberlanjutan menjadi fondasi dalam menghasilkan produk berkualitas sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan pemangku kepentingan.

Perjalanan Sejarah PG Jatitujuh-Subang

1972–1975

Dilaksanakan survei yang menyimpulkan bahwa kawasan BKPH Jatitujuh, Kerticala, Cibenda, dan Jatimunggul memiliki potensi yang sangat baik untuk pengembangan perkebunan tebu.

9 Agustus 1976

Pemerintah menerbitkan SK Menteri Pertanian Nomor 795/VI/1975 sebagai dasar pembebasan lahan untuk pengembangan Proyek Gula Jatitujuh yang dikelola oleh PNP XIV.

1977–1978

Pembangunan pabrik dilaksanakan oleh kontraktor asal Prancis, Fives Cail Babcock (FCB), sementara pengelolaan proyek dipercayakan kepada PNP XIV.

10 Oktober 1978

PG Jatitujuh berhasil melaksanakan percobaan giling (trial milling) sebagai tahapan awal sebelum memasuki produksi komersial.

Juni 1980

Pabrik mulai beroperasi secara komersial dan menjadi salah satu sentra produksi gula terbesar di Jawa Barat.

Saat Ini

PG Jatitujuh-Subang terus berkembang melalui peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, inovasi teknologi, serta penguatan kemitraan dengan petani tebu guna mendukung ketahanan pangan nasional.

Keunggulan Pabrik Gula Jatitujuh-Subang

Kemitraan Petani

Mengembangkan hubungan kemitraan yang saling menguntungkan melalui pembinaan dan peningkatan produktivitas petani tebu.

Produksi Berkualitas

Menghasilkan Gula Kristal Putih dengan standar mutu yang konsisten untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri.

Teknologi Produksi

Meningkatkan efisiensi melalui penerapan teknologi dan perbaikan proses produksi secara berkelanjutan.

Produktivitas

Mengoptimalkan pengelolaan perkebunan dan operasional pabrik untuk mencapai kinerja yang unggul.

Keberlanjutan

Mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam setiap kegiatan operasional perusahaan.

Pelayanan

Membangun hubungan yang profesional dengan pelanggan, mitra kerja, dan seluruh pemangku kepentingan.

Kawasan Strategis Pengembangan Agroindustri Tebu

Lokasi Operasional

Administratif

📍 Desa Sumber, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. 📍 Sekitar 77 kilometer dari Kota Cirebon ke arah barat. 📍 Wilayah operasional meliputi Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Indramayu.

Geografis

🌍 Berada pada koordinat 108°06'03"–108°16'24" Bujur Timur dan 6°31'02"–6°36'40" Lintang Selatan. 🌄 Memiliki ketinggian antara 3 hingga 50 meter di atas permukaan laut yang mendukung pertumbuhan tanaman tebu secara optimal.
Melangkah Bersama

Menuju Agroindustri Gula yang Berdaya Saing

Berawal dari sebuah proyek pengembangan tebu nasional, Pabrik Gula Jatitujuh kini tumbuh menjadi salah satu unit usaha andalan PT PG Rajawali II. Dengan semangat inovasi, profesionalisme, dan kolaborasi bersama petani, PG Jatitujuh terus berkomitmen meningkatkan produktivitas, menjaga kualitas produk, serta memberikan kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan dan kemajuan industri gula Indonesia.

//