Komisi IV DPR RI Dukung Program Kemitraan Petani Tebu PG Jatitujuh – RNI Group

Home / Berita / Komisi IV DPR RI Dukung Program Kemitraan Petani Tebu PG Jatitujuh – RNI Group

MAJALENGKA – Komisi IV DPR RI mengadakan Kunjungan Kerja (Kunker) Spesifik
ke Pabrik Gula (PG) Jatitujuh milik PT PG Rajawali II (RNI Group) yang berlokasi di
Majalengka, Jawa Barat. Kunker dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IV Dedi
Mulyadi.(30/22/2021).
Ketua Tim Kunjungan Dedi Mulyadi menjelaskan, Komisi IV akan memberikan
dukungan penuh melalui regulasi yang dapat mendorong peningkatan kesejahteraan
masyarakat khususnya para petani. Komisi IV hadir untuk memfasiltasi masyarakat,
BUMN, dan Kementerian terkait, dalam rangka mewujudkan kemajuan industri gula
nasional. Mengenai adanya isu lahan tebu, Ia pun menegaskan, merujuk kepada
putusan Mahkamah Agung (MA), PT Rajawali Nusatara Indonesia (RNI) merupakan
perusahaan induk dari PG Jatitujuh yang memiliki hak pengelolaan atas tanah.
Karena itu, PG Jatitujuh memiliki kewenangan untuk mengolah lahan secara
terbuka.
“Ruang untuk melakukan pengelolaan itu harus didorong secara terbuka. Saya
meminta negara memiliki peran,”kata Dedi saat memimpin kunker Komisi IV DPR RI.
Peran negara tersebut, ujar Dedi, bisa diartikan kepala daerah yang memiliki andil
dalam hal kesejahteraan masyarakat sebagai imbas dari pengolahan tanah itu.
“Jika HGU nya untuk tebu, maka mutlak harus digunakan untuk menanam
Tebu.Tetapi juga kan orang tidak bisa mengubah sekaligus. Bisa dilakukan
pendekatan secara persuasif, humanistik, dan berikan tawaran. Petani itu kan kalau
diberikan tawaran bahwa ini lebih menguntungkan, pasti ikut kok,” Tambah Dedi.
Direktur Utama PT RNI (Persero) Arief Prasetyo Adi berterima kasih dan
mengapresiasi kesediaan Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan ke PG Jatitujuh,
Majalengka. Ia menjelaskan, sebagai BUMN, RNI mendapat penugasan dari
pemerintah untuk mengkampanyekan dan menggalakan budidaya tebu guna
mewujudkan peningkatan produktivitas gula serta memastikan keberpihakan
perusahaan kepada petani tebu rakyat dengan melibatkan dalam program-program
kemitraan.

Arief menambahkan, selain untuk budidaya tebu sendiri, lahan HGU PG Jatitujuh
sejak tahun 2018 telah dioptimalisasi untuk pelaksanaan program kemitraan
budidaya tebu dengan masyarakat desa penyangga di sekitar perkebunan. Saat ini
sekitar 2000 petani yang tergabung ke dalam 14 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)
di Majalengka dan Indramayu telah menjadi bagian dari program Kemitraan
Budidaya Tebu PG Jatitujuh.
Dengan adanya kemitraan ini, keberadaan HGU PG Jatitujuh memiliki peran yang
semakin semakin strategis. Pasalnya, selain untuk mengamankan rantai pasok
bahan baku giling juga dapat meningkatkan perekonomian lokal melalui peningkatan
kesejahteraan para petani.
Arief mengatakan, jumlah lahan HGU yang digarap mitra petani terus bertambah
setiap tahunnya. Pada tahun 2019 luas lahan kemitraan tercatat sekitar 1.700 Ha,
tahun 2020 naik menjadi sekitar 3.200 Ha, tahun 2021 bertambah menjadi sekitar
3.690 Ha. Di tahun 2022 perusahaan menargetkan penambahan lahan kemitraan
menjadi 5.190 Ha.
“Penambahan luasan lahan kemitraan ini menandakan bahwa manfaat ekonomi dari
program ini dirasakan secara nyata, sehingga minat masyarakat untuk bergabung
semakin besar setiap tahunnya,” ujar Arief.
Direktur PT PG Rajawali II, Ardian Wijanarko menambahkan dan berharap berbagai
gangguan terhadap keberadaan HGU, aktivitas kemitraan, serta kegiatan operasional
produksi gula PG Jatitujuh tidak terjadi lagi dikemudian hari. Ia berharap, masyarakat
desa penyangga di sekitar HGU PG Jatitujuh dapat bersama-sama mendukung
aktivitas kemitraan budidaya tebu yang tengah berjalan. Pihaknya dengan tangan
terbuka mengajak masyarakat untuk bergabung dalam program ini.
“Dengan tangan terbuka kami menerima masyarakat untuk bergabung menjadi mitra
petani tebu RNI. Kami menargetkan pada masa tanam tebu tahun 2021/2022, jumlah
mitra petani PG Jatitujuh bertambah hingga sebanyak 2.800 Petani,” ucap Ardian.
Sementara itu, Nono Madani, salah satu Mitra Petani Tebu PG Jatitujuh,
mengatakan, betul-betul merasakan manfaat dari program kemitraan ini. “Tahun lalu
SHU saya 15 juta per Ha. Makanya saya menghimbau untuk bergabung dengan
kemitraan tebu. Luas kelompok tani saya sekarang mencapai 500 Ha,” ujarnya.
Nono mengakui, bahwa sebelumnya ia merupakan pihak yang bersebrangan dengan
PG Jatitujuh bahkan ia adalah salah seorang tokoh penggerak F-Kamis. “Saya
Korlap F-Kamis wilayah Loyang sampai dengan Sukamulya. Saya juga yang turut
menggugat lahan HGU Jatitujuh. Namun, saya sekarang sudah keluar dari F-Kamis
dan memilih bergabung dengan program kemitraan, atas mediasi dari Forkopimda
Indramayu dan Komisaris RNI,” ungkapnya.

Turut hadir Plt Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Sarwo
Edhy, Direktur Perlindungan Perkebunan Kementerian Pertanian Ardy Praptono,
Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Ruandha Agung Sugardiman,
Direktur Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan Herban Heryandana,
Direktur Penanganan Konflik Tenurial dan Hutan Adat Muhammad Said, Kepala
Divisi Regional Jawa Barat & Banten Perum Perhutani Amas Wijaya, serta segenap
anggota Komisi IV DPR RI dan Muspida setempat.

#BUMNUntukIndonesia
#KunkerDPRRI
#RNIGroup
@kementerianbumn

#Rajawali2Bangkit

#Rajawali2Berbenah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *