PG Tersana Baru

Adalah Joseph Maria Gonsalves warga negara Belanda yang dilahirkan di Mumbai India pada tanggal         10 Januari 1798. Pada tahun 1820 Joseph Maria Gonsalves tiba di Batavia (Jakarta) dan membentuk perusahaan perdagangan dengan nama “Negotiehuis Livett & Gonsalves” yang bekerjasama dengan pengusaha asal Inggris yang bernama George Livett. George Livett meninggal dunia pada tahun 1826.

Selanjutnya Joseph Maria Gonsalves pada tahun 1829 bekerjasama dengan saudaranya yang bernama Dominic Francis membentuk usaha gabungan dengan nama “Gonsalves & Co” yang masih bergerak dibidang perdagangan. Sekitar akhir tahun 1862 Joseph Maria Gonsalves merubah haluan usahanya yang awalnya bergerak dibidang perdagangan menjadi usaha dibidang industri gula.

Pada tahun 1860 dengan modal f550.000 (modal pinjaman dari Nederlandsch Handeel Maatschapij) anak ketiga dari Joseph Maria Gonsalves yang bernama Louis Theodore Gonsalves mendirikan Pabrik Gula di wilayah Lemahabang Kecamatan Tanjung Kabupaten Brebes dan merupakan cikal bakal Pabrik Gula Kersana / Ketanggungan Barat.

Louis Theodore Gonsalves lahir di Batavia pada tanggal 06 Maret 1828 dan yang mewarisi usaha Industri Gula Joseph Maria Gonsalves.

Sedangkan Joseph Maria Gonsalves pada tahun 1863 mendirikan 4 (empat) Pabrik Gula yaitu :

  1. Pabrik Gula Kalimaro
  2. Pabrik Gula Tjiledug
  3. Pabrik Gula Tjigobang
  4. Pabrik Gula Waled

Pada tanggal 01 Juni 1871 Joseph Maria Gonsalves meninggal dunia.

Diperkirakan pada tahun 1887 Pabrik Gula Lemahabang / Tanjung ditutup dan mesin-mesin dari Pabrik Gula Lemahabang dipindahkan ke lokasi baru yaitu di Kersana / Ketangggungan Barat yang akhirnya menjadi Pabrik Gula Kersana / Ketanggungan Barat.

Pada tanggal 25 Januari 1893 atas dasar kesepakatan keluarga Gonsalves dengan Nederlandsch Handeel Maatschapij (NHM) dibuat kerjasama usaha antara keluarga Louis Theodore Gonsalves dan Nederlandsch Handeel Maatschapij (NHM). Dengan total saham sebanyak 700 lembar saham dengan 697 lembar saham dikuasai oleh Louis Theodore Gonsalves dan keluarga serta 3 lembar saham dikuasai Nederlandsch Handeel Maatschapij (NHM).

5 (lima) tahun setelah kesepakatan kerjasama antara keluarga Louis Theodore Gonsalves dan Nederlandsch Handeel Maatschapij (NHM), yaitu pada tahun 1898 pihak Nederlandsch Handeel Maatschapij (NHM) merasa bahwa utang pihak keluarga Louis Theodore Gonsalves semakin membesar dan ada kecenderunag tidak akan dapat dibayar. Maka pada tanggal 18 November 1898 dibentuklah “NV. Cultuur Maatschappij Tersana”, yang berkedudukan di Batavia (Jakarta).

Tujuan dari pembentukan “NV. Cultuur Maatschappij Tersana” adalah untuk mengoperasikan Pabrik Gula Tersana Pabedilan (Tersana Lama), Pabrik Gula Kalimaro, Pabrik Gula Tjiledoek, Pabrik Gula Tjigobang dan Pabrik Gula Waled langsung dibawah pengawasan dari Nederlandsch Handeel Maatschapij (NHM) serta dengan kepemilikan saham mayoritas.

Pada tanggal 11 April 1904 dibentuk “NV. Cultuur Maatschappij Ketanggoengan-West”, berkedudukan di Amsterdam Belanda. NV. Cultuur Maatschappij Ketanggoengan-West dibentuk karena utang ditambah bunga keluarga Louis Theodore Gonsalves kepada Nederlandsch Handeel Maatschapij (NHM) semakin membesar yang mencapai lebih kurang f822.000 dan tidak dapat dibayar oleh Louis Theodore Gonsalves.

Konsekuensi dari hal tersebut adalah berubahnya komposisi saham dan struktur organisasi dimana pihak Nederlandsch Handeel Maatschapij (NHM) mensyaratkan pengambilalihan seluruh saham dan adanya kontrol serta kendali penuh oleh Nederlandsch Handeel Maatschapij (NHM).

Pada tahun 1905 Nederlandsch Handeel Maatschapij (NHM) memutuskan untuk menghentikan operasional Pabrik Gula yang ada dan memindhkannya ke lokasi yang sekarang yang dikenal dengan Pabrik Gula Tersana Baru serta membentuk suatu Perusahaan baru dengan nama “NV. Landbouwmaatschhappij Tersana”, yang didirikan pada tanggal 23 Maret 1905 di Amsterdam Belanda dengan modal terdaftar sebesar NLG / f2.000.000.

Mulai saat itu juga keluarga Goncalves dinyatakan sudah tidak mempunyai lagi saham di seluruh Pabrik Gula yang pernah dibangun dan penguasaan penuh ada ditangan Nederlandsch Handeel Maatschapij (NHM) sampai dengan saat dinasionalisasi.

Pada tahun 1936 Nederlandsch Handeel Maatschapij (NHM) juga mengambil alih kepemilikan atas Pabrik Gula Leuweung Gajah milik Tan Tji Kie dan Pabrik Gula Panggang milik Oeij Giok Lian yang terletak di Desa Losari Barat.

Mulai tahun 1958 dimulai periode Nasionalisasi Perusahaan Ex. Belanda.

Pabrik Gula Tersana Baru masih tetap eksis sampai dengan saat ini…